BLC Telkom Klaten

Thursday, July 2, 2015

Konfigurasi Debian

Konfigurasi Debian

    Setelah kemarin saya memposting installasi Debian, selanjutnya kita harus mengkonfigurasi Debian yang telah di install.

Langkah-langkah mengkonfigurasi Debian 8.1 adalah sebagai berikut:
  1. Setalah finish instalation, kita log in dengan "root", kemudian masukan passwordnya.
2. Mengkonfiguasi interface
    # nano /etc/network/interfaces.
    Dibawah kalimat # The primary network interface ganti menjadi "auto_etho".
Pastikan ip address, netmask, network, broadcast dan gateway sudah benar.
3.  Restart network
     # /etc/init.d/networking restart
4. Masuk ke Mikrotik
    Pilih IP Firewal => General => chain=scrnat, kemudian
    Src. Address= 192.168.20.0/29
Selanjutnya ke menu Action pilih Masquarade => Apply, OK
5. Ping google
    # ping google.com
6. Mengecek hostname dan hostname -f
    # hostname dan # hostname -f

7. Tulis perintah # nano /etc/hosts
 maka akan muncul tampilan
 8. Restart hostname
     # nano /etc/hostname

Cek dan start hostname, seperti tampilan dibawah
9. Mengkonfigurasi lokasi
    # dpkg-reconfigure locals

 

 10. Mengecek lokasi
       #locale-gen
Kemudian di update
11. Menginstal ntp
      # apt-get install ntp ntpdate
 12. Mengkonfigurasi ntp
       # nano /etc/ntp.conf
Muncul tampilan seperti dibawah ini dan sesaikan apabila belum sama dengan ini.
 Simpan dengan ctrl+x, tekan y
13. Restart ntp
      # nano /etc/init.d/ntp restart

       Mengecek ntp
       # ntpq -p
       Mengupdate ntp
       # ntpdate
 14. Menambah repository 
       # nano /et/apt/source.list
Muncul tampilan seperti dibawah ini dan sesuaikan dengan benar
15. Kemudian kita update
15. Kemudian kita upgrade
      # apt-get upgrade


Terimakasih dan Semoga Bermanfaat

Wednesday, July 1, 2015

INSTALASI DEBIAN

Instalasi Debian

     Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi pengalaman tentang instalasi debian.

Debian adalah sistem operasi free (dari kata freedom yang berarti kebebasan) untuk komputer anda. Sistem operasi adalah sekumpulan program-program dasar dan berbagai utilitas yang diperlukan komputer anda untuk bisa bekerja.
     Pada instalasi kali ini saya menggunakan debian versi 8.1.
Berikut langkah-langkahnya untuk menginstal debian versi 8.1 yaitu sebagai berikut :
  1. Siapkan File S.O debian yang sudah disimpan di media penginstalan.
  2. Masuk ke BIOS dan pastikan BIOS sudah disetting dengan benar, masukan media instalasi dapat Flash Disk atau CD atau yang lain.
  3. Mulai masuk ke proses instalasi, seperti gambar di bawah ini.
    Kita dapat memilih pilihan tersebut, karena kita akan menginstall, maka kita klik install
  4. Selanjutnya akan muncul menu bahasa untuk penginstalan (pilih bahasa english)
  5. Kemudian akan muncul menu Pilihan lokasi, karena kita di Benua Asia, maka kita pilih other
  6. Selanjutnya akan muncul menu pilihan Benua yang lain, kita pilih Asia
  7. Kemudian akan muncul menu pilihan Negara, pilih Indonesia
  8. Selanjutnya akan muncul menu pilihan Country to base default locale, pilih United states
  9. Kemudian akan muncul menu pilihan bahasa keyboard, pilih American English
  10. Selanjutnya akan masuk ke proses instalasi, kita tunggu sampai selesai, dan pada kali ini saya menggunakan konfigurasi IP static, jadi Configurasi jaringan DHCP akan failed, kita enter untuk melanjutkan.
  11. Kemudian akan muncul menu pilihan konfigurasi network, pilih Configure network manually
  12. Selanjutnya akan muncul menu pilihan konfigurasi jaringan, masukan IP address-nya.
  13. Kemudian akan muncul menu konfigurasi gateway, kita pastikan gateway sudah benar, lalu continue
  14. Selanjutnya akan muncul menu konfigurasi name server addresses, kita pastikan IP sudah benar, lalu continue
  15. Kemudian akan muncul menu konfigurasi hostname (misal saya menggunakan smk) lalu continue
  16. Selanjutnya akan muncul menu konfigurasi Domain name (misal: ypekroya.sch.id), lalu continue
  17. Kemudian akan muncul menu pengaturan password root (password baru), lalu continue
  18. Selanjutnya akan muncul menu masukan password lagi (untuk meyakinkan password)
  19. Kemudian akan muncul menu masukan full name (isi nama lengkap), lalu continue
  20. Selanjutnya akan muncul menu masukan username (isikan nama), lalu continue
  21. Kemudian akan muncul menu pengaturan password untuk pengguna/user (isikan passwordnya), lalu continue
  22. Selanjutnta akan muncul menu masukan password ulang (untuk memastikan password)
  23. Kemudian akan muncul menu konfigurasi waktu, kita pilih western
  24. Selanjutnya akan muncul menu jenis metode pembuatan partisi (saya menggunakan pilihan yang kedua, secara otomatis)
  25. Kemudian akan muncul menu pilihan hardisk yang akan dipartisi, klik enter
  26. Selanjutnya akan muncul menu skema partisi (saya memilih semua file)
  27. Kemudian akan muncul menu pertanyaan bahwa konfigurasi akan diterapkan, pilih yes
  28. Selanjutnya akan muncul menu akhir dari pertisi hardisk, kita pilih  finish
  29. Kemudian akan muncul menu pertanyaan bahwa hardisk akan di isi, pilih yes
  30. Selanjutnya akan muncul proses installing the base system, kita tunggu saja (proses ini sedikit lama)
  31. Kemudian akan muncul menu yang berisi bahwa CD/DVD akan di scan (kita pilih no)
  32. Selanjutnya akan muncul menu yang berisi penggunaan mirror, pilih no
  33. Kemudian akan masuk proses configuring apt
    (proses ini cukup lama)
  34. Selanjutnya akan muncul menu pilihan apakah akan berpartisipasi dalam surver (kita pilih no)
  35. Kemudian akan muncul menu pilihan software yang dibutuhkan
    kita pilih ssh server dan standard system utilities (dengan menekan tombol space untuk menandai)
  36. Selanjutnya akan muncul menu yang berisi apakah akan install GRUB boot, kita pilih Yes
  37. Kemudian akan muncul menu yang berisi bahwa type device for boot loader instalation, kita pilih pilihan yang kedua
  38. Selanjutnya akan muncul menu yang berisi instalasi telah selesai, lalu pilih continue
  39.  
Selesai proses Instalasi Debian 8.1

Terimakasih dan Semoga Bermanfaat

Tuesday, June 30, 2015

Sinkronisasi Waktu Pada Proxmox

Sinkronisasi Waktu Pada Proxmox

Sinkronisasi waktu merupakan penyetaraan waktu.

Hal-hal yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:
1. Koneksikan pada Tp-Link anda.
2. Login.
3. Masuk ke terminal, kemudian masukan perintah <ssh root@ip, misalnya dengan ip address 192.168.10.4> seperti tampilan dibawah ini.


4. Mengkonfigurasi local, dengan perintah dpkg-reconfigure locales. Seperti     tampilan di bawah ini dan perhatikan perintahnya.


5. Melakukan Configurasi Local, disini kita memilih en_US.UTF-8 UTF-8, seperti tampialn dibawah ini.

Masih pada konfigurasi local, selanjutnya kita memilih id_ID.UTF-8 UTF-8


Cara memilihnya menggunakan space, jadi disini kita memilih 2 Configure Local. Seperti tampilan diatas. Dan yang terakhir OK


6. Masuk pada Configurasi Local lagi, memilih en US.UTF-8 dan OK


7. Konfigurasi ntp dengan perintah  ->  nano /etc/ntp.conf

Kemudian muncul tampilan dibawah ini, gantikan kata "debian" menjadi "id" dibawah kata (# pool: <http://www.pool.ntp.org/join.html>.

Simpang dengan < Ctrl+x>
8. Restart ntp dengan perintah < /etc/init.d/ntp restart

9. Aktifkan ntp < ntpq -p >


Hingga muncul tampilan dibawah ini, dan hentikan menggunakan < Ctrl+c>
                     
10. Ping google

11. Masuk ke web browser, ketikan IP Proxmox < 192.168.10.4 >. isikan User Name = root, dan Pastword = ********.

12. Pilih smk ype kroya pada icon+, pilih menu time





Terimakasih dan Semoga Bermanfaat

PROXMOX

Pengertian Proxmox

    Proxmox VE (Virtual Environment) adalah salah satu distro Linux dari basis Debian yang mempunyai fungsi khusus sebagai virtualisasi baik appliance maupun operating system. Proxmox berjalan dengan mode text, walaupun seperti itu Proxmox akan lebih mudah dikonfigurasi melalui akses remote dengan web based.

    Proxmox support beberapa jenis platform virtualisasi seperti KVM dan OpenVZ. Dengan berbasis distro Debian Stable dan menggunkan kernel khusus untuk virtualisasi menjadikan Proxmox VE sebuah Bare Metal Virtualtation Platform yang power full. Bare Metal adalah sistem komputer dimana mesin virtual dipasang langsung pada komputer dalam sistem operasi tanpa diinstall terlebih dahulu aplikasi tertentu. Istilah Bare Metal mengacu pada hardisk.

Kelebihan dari Proxmox

Beberapa kelebihan dari Proxmox adalah sebagai berikut:
a) Open source, sehingga free untuk digunakan oleh siapapun.
b) Mudah dalam instalasi dan konfigurasi.
c) Mendukung platform virtualisasi berbasis KVM dan OpenVZ.
d) Mendukung berbagai format hardisk virtual.
e) Minimalis dan power full dalam pemakaian memory karena hanya butuh      sedikit memory untuk menjalankan virtual server.
f) Dapat digunakan untuk Cluster dan High Avaliablity Server.

Beberapa hal yang harus diperhatikan apabila akan melakukan instalasi Proxmox adalah sebagai berikut :

Proxmox Cloud Computing (Virtualisasi).
a) Proxmox hanya disediakan untuk mesin 64 bit saja.
b) Pada saat instalasi, Proxmox akan menghapus seluruh isi dari hardisk. Sehingga jika hanya ingin melakukan percobaan gunakan hardisk yang kosong atau gunakan mesin virtual juga.
c) Jika ingin menggunakan KVM, Proxmox membutuhkan motherboard/CPU yang mendukung teknologi virtualisasi yaitu intel VT/AMD-V.

Kebutuhan Hardware Untuk Proxmox

    Kebutuhan spesifikasi server pada dasarnya tergantung pada virtual server yang akan digunakan. Semakin tinggi spesifikasi yang akan dijalankan maka semakin tinggi juga kebutuhan hardware yang harus tersedia (mesin induk). Meski demikian, asumsi ini tidak 100% benar karena ada beberapa teknologi virtualisasi seperti OpenVZ yang mampu melakukan pembagian resource sehingga apabila jika mesin virtual ada 3 yang masing membutuhkan 1 GB memory tidak berarti server (mesin induk) harus memiliki kapasitas
memory 3 x 1 GB.

Spesifikasi minimal pada server induk yang harus terpenuhi agar virtual server dapat berjalan adalah :
a) Processor Pentium 4, dan harus memiliki kemampuan 64 bit.
b) Jika akan menggunakan model full virtualization CPU harus memiliki model
motherboard intel VT (Virtualtation Technology) atau AMD-V.
c) Memory RAM minimal 1 GB.
d) Kapasitas hardisk minimal 20 GB.
e) NIC (Network Interface Card).

Terimakasih dan Semoga Bermanfaat

Prinsip Dasar Akuntansi (macam-macam bidang akuntansi)

 Macam-macam bidang akuntansi seperti berikut 1. Akuntan Publik               Pemeriksaan laporan keuangan (auditing) adalah bidang pekerjaa...